Rabu, 11 Juli 2012

Donald Izacus Panjaitan

Dari Wikipedia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi , cari
Foto resmi DI Panjaitan
Donald Izacus Panjaitan (9 Juni 1925 - 1 Oktober 1965) adalah bahasa Indonesia umum yang tewas selama upaya penculikan oleh anggota Gerakan 30 September .

Isi

Kehidupan awal

DI Pandjaitan lahir di Sitorang, Balige di wilayah Tapanuli Sumatera Utara . Setelah menyelesaikan sekolah dasar dan menengah, dengan kedatangan Tentara Jepang , ia menjalani pendidikan militer Jepang Giyugun. Dia kemudian ditugaskan ke Pekanbaru , dan ada di sana ketika kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada 17 Agustus 1945. [1] [2] [3]

Karir dengan militer Indonesia

Pada bulan November 1945, Pandjaitan, bersama-sama dengan pemuda lain, membantu mendirikan cabang lokal dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR), awalnya menjabat sebagai komandan batalyon. Pada bulan Maret 1948, ia diangkat menjadi komandan batalyon pendidikan XI / Banteng Divisi Bukittinggi , Sumatera Barat . Tidak lama kemudian, ia menjadi wakil komandan keempat (persediaan) untuk Komando Angkatan Darat Sumatera, maka ketika Belanda melancarkan kedua mereka "aksi polisi" melawan republik, ia dimasukkan ke dalam biaya persediaan untuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia [ 3] .
Setelah pengakuan Belanda atas kedaulatan Indonesia pada tahun 1949, Panjaitan telah ditugaskan ke markas Divisi Sumatera di Medan , dan pada 2 Januari 1950 menjadi kepala staf operasional dari Divisi I / Bukit Barisan . Dia kemudian dipindahkan ke Palembang , Sumatera Selatan dan wakil komandan yang ditunjuk dari Divisi II / Sriwijaya. Dari Oktober 1952 sampai Juli 1957, ia menjabat sebagai atase militer kedutaan Indonesia di Bonn , Jerman Barat . Setelah kembali ke Indonesia, ia bergabung dengan Staf Umum Angkatan Darat. Dia mengikuti kursus di US Army Command dan General Staf College di Fort Leavenworth dari Desember 1963 sampai Juni 1964. Dia kemudian mengambil Tugas terakhirnya sebagai asisten keempat ke Kepala Staf Angkatan Darat [1] [3] .

Kematian

Pada dini hari 1 Oktober 1965, sekelompok anggota Gerakan 30 September meninggalkan Lubang Buaya di pinggiran Jakarta . Mereka memaksa gerbang rumah Panjaitan di Jalan Hasanudin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menembak mati salah seorang pelayannya tidur di lantai dasar rumah dua lantai dan menyerukan Panjaitan untuk turun ke bawah. Setelah penyerang mengancam keluarganya, Panjaitan turun. Dia kemudian mencoba melarikan diri dan ditembak mati. [4] [5] . Mayatnya dimasukkan ke dalam truk dan dibawa kembali ke markas gerakan itu di Lubang Buaya. Kemudian, tubuh dan orang-orang dari rekan-rekannya dibunuh disembunyikan di sebuah sumur bekas. Mayat ditemukan pada tanggal 4 Oktober dan semua diberi pemakaman kenegaraan pada hari berikutnya.Panjaitan diberi pangkat anumerta satu tingkat yaitu mayor jenderal dan mendapat gelar Pahlawan Revolusi [6] .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar